Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti nilai-nilai kemanusiaan sebagai pemersatu berbagai elemen bangsa dalam upaya memperjuangkan kepentingan nasional. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara bedah buku ‘Bawa Mereka Pulang’ karya Fenty Effendy di Kampus Pascasarjana UGM, Yogyakarta. Buku tersebut mengisahkan pembebasan sepuluh Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Mindanao, Filipina, pada 2016.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengungkapkan pentingnya kolaborasi multisektor dalam upaya kemanusiaan, berdasarkan pengalaman nyata yang tertuang dalam buku karya Fenty Effendy.
Dalam peristiwa tersebut, Lestari Moerdijat yang kala itu menjabat sebagai eksekutif Media Group, terlibat langsung dalam Tim Kemanusiaan yang dibentuk Surya Paloh. Ia menilai tim tersebut merupakan contoh nyata kolaborasi efektif tiga sektor, yaitu institusi pendidikan melalui Yayasan Sukma, partai politik Partai NasDem, dan sektor swasta Media Group. Upaya pembebasan sandera itu juga melibatkan institusi pendidikan sebagai sarana negosiasi.
Lebih lanjut, Rerie menegaskan bahwa upaya negosiasi untuk membebaskan para sandera WNI merupakan wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi dan bagian dari upaya mewujudkan perdamaian dunia. Peristiwa ini membuktikan bahwa diplomasi tidak hanya ranah negara, tetapi dapat dijalankan oleh setiap anak bangsa. Acara bedah buku tersebut turut dihadiri oleh sejumlah akademisi dan pihak yang terlibat dalam penulisan buku. (SELF-01)

