Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengumumkan perkembangan signifikan terkait penyusunan buku sejarah Indonesia versi baru yang dijadwalkan rilis bulan depan. Fadli Zon menegaskan bahwa pembaruan sejarah nasional ini adalah kebutuhan mendesak mengingat Indonesia sudah lama tidak melakukan penulisan sejarah secara komprehensif, bahkan dokumentasi Pemilu terakhir yang tercatat baru sampai tahun 1999. Menurutnya, sejarah tidak hanya berfungsi sebagai memori kolektif, tetapi krusial sebagai pedoman dalam perumusan kebijakan publik dan pendidikan karakter bangsa. Proyek penulisan ini dikerjakan secara bottom-up oleh tim sejarawan profesional yang terdiri dari guru besar dan doktor dari 34 perguruan tinggi se-Indonesia, yang bertujuan memberikan perspektif yang lebih objektif dan inklusif.
Menbud Fadli Zon Pastikan Penulisan 11 Jilid Selesai, Diperbarui untuk Cakup Era Reformasi dan Kebijakan Publik
Fadli Zon menjelaskan bahwa penyusunan buku sejarah versi baru ini dibagi menjadi 11 jilid dan seluruh materi penulisan telah selesai. Saat ini, prosesnya memasuki tahap akhir yaitu penyuntingan (editing). Pembaruan ini penting karena materi sejarah yang beredar di masyarakat dan lembaga pendidikan dinilai belum mencakup perkembangan komprehensif setelah era Reformasi. Fadli menekankan bahwa proyek penulisan sejarah ini merupakan program inti dari Direktorat Sejarah dan Museum, yang baru dibentuk tahun lalu, sebagai upaya mendokumentasikan dan menjaga memori kolektif bangsa secara akurat dan mutakhir.
Perkembangan terakhir dari inisiatif ini menunjukkan bahwa Kementerian Kebudayaan tidak akan berhenti pada 11 jilid buku sejarah nasional tersebut. Menbud Fadli Zon memastikan bahwa pada tahun mendatang, pihaknya akan melanjutkan penulisan sejarah tematik lainnya. Rencana penulisan sejarah tematik ini akan mencakup periode krusial seperti tahun 1945 hingga 1950, serta sejarah mendalam tentang kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit, Sriwijaya, Pajajaran, dan berbagai sejarah lokal lainnya. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mengisi kekosongan dokumentasi sejarah Indonesia dan menjadikannya sumber referensi yang kaya dan berkesinambungan.
Nama-Nama Penulis Tidak Dipublikasikan Secara Gamblang
Informasi mengenai nama-nama spesifik dari semua sejarawan yang terlibat dalam tim penulisan 11 jilid buku sejarah baru ini tidak tersedia secara rinci dalam laporan publik.
Namun, Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah memberikan informasi penting mengenai jumlah dan profil para penulis tersebut:
-
Jumlah Penulis: Proyek ini melibatkan sekitar 113 hingga 120 penulis.
-
Profil Penulis: Mereka adalah para sejarawan profesional yang terdiri dari:
-
Guru Besar dan Doktor di bidang sejarah.
-
Beberapa di antaranya juga memiliki latar belakang sebagai arkeolog dan ahli di bidang terkait lainnya (misalnya arsitektur).
-
-
Asal Institusi: Mereka berasal dari 34 perguruan tinggi dan 8 institusi berbeda di seluruh Indonesia, menegaskan pendekatan yang inklusif dan Indonesia-sentris.
-
Koordinator/Sejarawan Senior yang Terlibat: Salah satu nama sejarawan senior yang disebutkan terlibat dalam proyek ini adalah Prof. Dr. Susanto Zuhdi, seorang Guru Besar dari Universitas Indonesia. Ia dilaporkan memimpin tim sejarawan dalam proyek ini.
Meskipun daftar lengkap 113 penulis tidak dipublikasikan, Fadli Zon menegaskan bahwa tim ini bekerja secara independen dan diberikan kebebasan untuk menulis sesuai dengan pengetahuan akademis mereka.
Judul-Judul Buku
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan laporan media terkait, proyek penulisan buku sejarah Indonesia versi baru terdiri dari 11 Jilid yang topiknya disusun secara kronologis dari masa awal Nusantara hingga era Reformasi.
Berikut adalah daftar topik utama (bab/jilid) yang akan dimuat dalam 11 jilid buku tersebut:
| Jilid Ke- | Judul/Topik Utama | Periode Waktu |
| 1 | Sejarah Awal Nusantara | Sebelum Abad ke-4 Masehi |
| 2 | Nusantara dalam Jaringan Global: India dan Cina | Abad ke-4 hingga Abad ke-16 |
| 3 | Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah | Abad ke-13 hingga Abad ke-17 |
| 4 | Interaksi dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi | Abad ke-17 hingga Abad ke-19 |
| 5 | Respons Terhadap Penjajahan | Abad ke-19 hingga Awal Abad ke-20 |
| 6 | Pergerakan Kebangsaan | Awal Abad ke-20 hingga 1945 |
| 7 | Perang Kemerdekaan Indonesia | 1945–1949 |
| 8 | Masa Bergejolak dan Ancaman Integrasi | Era Demokrasi Parlementer & Terpimpin |
| 9 | Orde Baru (1967–1998) | 1967–1998 |
| 10 | Era Reformasi (1999–2024) | 1999–2024 |
| 11 | Faktaneka dan Indeks | Lampiran dan Pelengkap |
Catatan Penting:
-
Jilid 1 tidak lagi menggunakan istilah “Prasejarah”, melainkan “Sejarah Awal Nusantara”.
-
Jilid ini memperbarui catatan sejarah hingga masa pemerintahan saat ini (sekitar 2024), mencakup Era Reformasi yang sebelumnya tidak termuat secara komprehensif dalam buku sejarah nasional versi lama.
-
Jilid 11 berfungsi sebagai volume pelengkap yang berisi fakta-fakta penting dan indeks untuk mempermudah referensi.
Perkembangan Terakhir
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa tanggal pasti peluncuran buku sejarah Indonesia versi baru telah ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menargetkan bahwa buku sejarah versi baru yang terdiri dari 11 jilid ini akan diluncurkan pada: Tanggal 14 Desember 2025
Tanggal ini dipilih secara khusus karena bertepatan dengan peringatan Hari Sejarah Nasional.
Menbud Fadli Zon menjelaskan bahwa meskipun proses penulisan seluruh materi telah selesai sejak Agustus 2025, saat ini tim masih berada dalam tahap intensif penyuntingan (editing) dan proofreading.
Rangkuman Perkembangan Terakhir:
-
Status Material: Semua tulisan dari 11 jilid telah rampung oleh sekitar 112 sejarawan yang terlibat.
-
Proses Saat Ini: Sedang berada dalam tahap akhir penyuntingan oleh editor jilid, editor umum, dan editor bahasa.
-
Target Rilis: 14 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Sejarah Nasional.
Fadli Zon juga mengindikasikan bahwa sebelum peluncuran, kemungkinan akan diadakan satu atau dua kali diskusi publik lagi dengan sejarawan lainnya untuk memastikan objektivitas dan kualitas materi. (SELF-01)

