Penulis Ahmad Bahar akan meluncurkan buku “Raport Merah Sang Jendral Listyo Sigit Prabowo”. Mengulas kritik kebijakan Polri hingga isu “No Viral No Justice”.
Penulis asal Kota Blitar, Ahmad Bahar, kembali memicu perhatian publik melalui karya terbarunya. Setelah sempat viral dengan buku “Gibran The Next Presiden” pada 2024, kini ia bersiap meluncurkan buku berjudul “Raport Merah Sang Jendral Listyo Sigit Prabowo”.
Buku tersebut secara khusus mengulas masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam siaran persnya, Ahmad Bahar menyampaikan kritik tajam terhadap sejumlah kebijakan selama masa jabatan Kapolri yang dinilai kurang menjunjung nilai-nilai demokrasi.
Sorotan Terhadap Reformasi Polri dan Fenomena “No Viral No Justice”
Dalam buku ini, Ahmad Bahar menyoroti posisi Listyo Sigit sebagai salah satu Kapolri dengan masa jabatan terlama. Namun, menurut penulis, durasi tersebut belum mampu membawa reformasi signifikan di tubuh Korps Bhayangkara.
Beberapa poin krusial yang diangkat dalam buku ini meliputi:
-
Turunnya indeks demokrasi.
-
Dugaan kriminalisasi hukum.
-
Budaya setoran yang diduga masih terjadi.
-
Fenomena “No Viral No Justice” yang menjadi sindiran masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Berdasarkan analisis tersebut, Ahmad Bahar menyimpulkan bahwa kinerja Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit layak mendapatkan nilai “merah”.
Kritik sebagai Wujud Kepedulian
Meski menyampaikan rapor merah, Ahmad Bahar menegaskan bahwa bukunya bukanlah bentuk kebencian personal terhadap institusi kepolisian.
“Mengkritik Polri bukan berarti membenci, justru ini bentuk kepedulian agar korps baju coklat ini semakin baik ke depan,” tegas Ahmad Bahar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/1/2026).
Jadwal Peluncuran dan Daftar Narasumber
Acara peluncuran buku yang diprediksi akan mengundang pro dan kontra ini dijadwalkan berlangsung pada:
-
Hari/Tanggal: Kamis, 5 Februari 2026
-
Waktu: 15.00 WIB – Selesai
-
Lokasi: Galery Kopi Darmin, Jalan Duren Tiga No 7E, Pancoran, Jakarta Selatan.
Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir sebagai narasumber, di antaranya mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno dan pakar digital forensik Rismon Sianipar. Sementara itu, mantan Menko Polhukam Mahfud MD dilaporkan masih dalam tahap konfirmasi untuk kehadiran.
Buku ini diharapkan menjadi bahan diskusi publik yang konstruktif terkait arah penegakan hukum dan masa depan institusi Polri di Indonesia. (SelfPublish-01)

