Filosofi ‘Bertarung Bak Lelaki’: Bamsoet dan Erick Thohir Apresiasi Peluncuran Buku Jerry Hermawan Lo ‘The Art of Simple Leadership’

Anggota DPR RI Bamsoet bersama Menpora Erick Thohir mengapresiasi peluncuran buku kepemimpinan pengusaha kakap Jerry Hermawan Lo karya Steven Beteng.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menghadiri sekaligus memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran buku The Art of Simple Leadership‘ Jerry Hermawan Lo yang ditulis oleh Steven Beteng. Acara yang digelar di Tangerang pada Sabtu (13/6/2026) ini merangkum esensi kepemimpinan adaptif, taktis, dan penuh empati dari sang pengusaha kawakan tanah air.

Menurut Bamsoet, perjalanan hidup pendiri JHL Group tersebut merupakan cetak biru nyata mengenai bagaimana seorang pemimpin menghadirkan arah yang jelas, membangun kedekatan emosional dengan tim, serta tetap tangguh berdiri di tengah badai perubahan makroekonomi.

Seni Bertahan dan Strategi Hadapi Lawan yang Kuat

Dalam keterangannya, Bamsoet menggarisbawahi bahwa kekuatan utama Jerry Hermawan Lo terletak pada mentalitas petarung yang tidak mengenal kata menyerah dalam membangun imperium bisnis lintas sektornya.

“Kepemimpinan Jerry Hermawan Lo sangat luar biasa. Salah satu kunci sukses beliau ialah bertarung seperti laki-laki, jangan ada kata menyerah, terus maju, bertahan,” ujar Bamsoet di Tangerang.

Menariknya, Bamsoet juga membagikan filosofi taktis dari buku tersebut yang sangat relevan dalam menghadapi persaingan sengit, baik di dunia bisnis maupun politik.

“Jika lawanmu kuat jangan benturkan kepala, tapi pura-puralah lemah sambil menunggu lawanmu lengah. Kalau kita lemah, maka pura-puralah kuat agar tetap disegani,” ungkapnya mengutip esensi buku.

Buku karya Steven Beteng ini mengupas tuntas bagaimana tantangan hidup yang keras justru menjadi katalisator penting dalam membentuk karakter, cara berpikir, hingga keberanian Jerry dalam mengeksekusi keputusan-keputusan bisnis berisiko tinggi.

Menpora Erick Thohir: Sosok Pemimpin yang Memiliki Empati Tinggi

Senada dengan Bamsoet, Menpora Erick Thohir yang hadir di hadapan ratusan mahasiswa menekankan bahwa figur Jerry Hermawan Lo adalah contoh mentor hidup yang patut ditiru oleh generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai tulang punggung masa depan bangsa. Erick menggarisbawahi dua kekuatan utama dari sosok Jerry:

  • Pemimpin yang Berempati: Jerry dikenal sebagai leader yang sangat peduli pada kesejahteraan, kenyamanan, dan pertumbuhan seluruh tim kerja yang membantunya dari bawah.

  • Ulet dan Eksekutor Mimpi: Jerry mengajarkan bahwa visi besar tidak akan berarti tanpa adanya aksi nyata. “Kita harus punya mimpi, tapi mimpi itu harus dikerjakan,” tegas Erick.

Sementara itu, Jerry Hermawan Lo mengungkapkan proses penulisan buku ini mengalir tanpa hambatan berarti karena seluruh isinya adalah refleksi jujur dari realitas perjalanan hidupnya sendiri.

Meskipun diluncurkan di hadapan mayoritas mahasiswa Gen Z, pria yang kini menginjak usia 70-an itu menegaskan bahwa buku ini ditulis untuk semua generasi. “Pelajaran hidup itu tidak hanya perlu dipelajari oleh generasi saat ini saja. Orang-orang yang berusia 70-an seperti saya ini masih harus belajar, dan saya harap buku ini bisa memacu semangat mereka,” tutur Jerry.

Analisis: Membedah Mentalitas “Street-Smart” di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Kisah sukses Jerry Hermawan Lo yang dibukukan oleh Steven Beteng ini memberikan perspektif yang sangat berharga bagi lanskap kewirausahaan dan kepemimpinan di Indonesia saat ini:

1. Pentingnya Mentalitas Street-Smart (Kecerdasan Lapangan) dibanding Teori Kaku

Bagi pembaca di Indonesia, judul “The Art of Simple Leadership” (Seni Kepemimpinan Sederhana) adalah sebuah antitesis dari gaya kepemimpinan korporat modern yang sering kali terlalu rumit dengan birokrasi dan teori-teori akademis. Kisah Jerry menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati di Indonesia, yang memiliki karakteristik pasar dinamis dan kerap terhantam krisis finansial, justru ditentukan oleh ketajaman intuisi lapangan (street-smart), keberanian mengambil risiko, dan kesederhanaan dalam mengeksekusi solusi.

2. Strategi Diplomasi “Pura-Pura Lemah”: Taktik Bertahan Bisnis Lokal

Pernyataan Bamsoet mengenai taktik “jika lawan kuat jangan benturkan kepala, tapi pura-puralah lemah” merupakan strategi bisnis dan geopolitik yang sangat relevan bagi pelaku UMKM maupun pengusaha lokal di Indonesia. Di tengah gempuran produk impor modal besar dan korporasi multinasional, pengusaha lokal tidak perlu menghadapi lawan secara frontal melalui perang modal. Sebaliknya, mereka harus cerdik membaca celah pasar yang luput dari perhatian raksasa bisnis, bergerak secara senyap, membangun kekuatan internal, dan melakukan penetrasi pasar saat kompetitor lengah.

3. Jembatan Pengalaman Antargenerasi: Gen Z Butuh Keteladanan Riil, Bukan Sekadar Teori

Kehadiran Erick Thohir yang membawa narasi ini ke ranah mahasiswa sangat tepat sasaran. Di era digital 2026, Gen Z sering kali terjebak dalam fenomena kecemasan masa depan (quarter-life crisis) akibat paparan kesuksesan instan di media sosial. Buku Jerry Hermawan Lo menjadi jangkar yang mengingatkan mereka bahwa kesuksesan masif lintas sektor membutuhkan waktu, keringat, keuletan, dan kegagalan bertubi-tubi. Karakter Jerry yang menyeimbangkan antara ambisi bisnis tinggi dengan empati terhadap kesejahteraan karyawan adalah teladan human-centered leadership yang sangat dibutuhkan untuk membangun ekosistem kerja yang sehat di Indonesia.

Buku ‘The Art of Simple Leadership’ hadir sebagai oase literasi bisnis yang membumi. Bagi pembaca domestik, karya ini bukan sekadar biografi inspiratif, melainkan sebuah manual taktis untuk bertahan, bersaing, dan memenangkan kompetisi di tengah situasi dunia yang terus berubah cepat. Source

Pilihan Redaksi

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://selfpublishing.biz.id
Endang Suherman adalah penulis dan penerbit independen yang fokus pada karya-karya nonfiksi, riset politik, sejarah, dan media digital. Melalui selfpublishing.biz.id, ia berbagi pengalaman serta pengetahuan mengenai dunia kepenulisan dan penerbitan mandiri, dengan tujuan membantu lebih banyak penulis mewujudkan karyanya menjadi buku yang terbit dan dibaca publik.

Artikel Lainnya