Aktris dan penulis Aurelie Moeremans mengungkapkan dampak mendalam dari buku terbarunya berjudul Broken Strings, yang menceritakan perjalanan penyembuhan dirinya setelah melewati pengalaman traumatis di masa remaja. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Aurelie menuturkan bahwa banyak pembaca dari berbagai latar belakang—termasuk penyintas, orang tua, dan pelajar—merasa terinspirasi serta menemukan kembali harapan setelah membaca kisahnya. “Buku ini menyelamatkan hidup banyak orang, dan itu membuat perjuanganku tidak sia-sia,” tulis Aurelie, Selasa (28/10).
Melalui buku Broken Strings, Aurelie Moeremans mengubah kisah kelam masa lalunya menjadi sumber kekuatan bagi banyak orang, meski harus menghadapi tekanan dan ancaman dari pihak yang pernah melukainya.
Namun, di balik pesan harapan yang disampaikan lewat Broken Strings, Aurelie juga menghadapi perlawanan dari masa lalunya. Ia mengaku mendapat ancaman dan fitnah dari sosok yang pernah memperdayainya saat masih berusia 15 tahun. Bahkan, ancaman tersebut juga ditujukan kepada perempuan lain yang memberikan dukungan kepadanya. Kondisi ini menunjukkan bahwa perjuangan untuk bersuara kerap diiringi risiko besar, terutama ketika menyentuh isu-isu sensitif tentang kekerasan dan pelecehan.
Meski diterpa tekanan, Aurelie tetap menegaskan tekadnya untuk tidak bungkam. Ia percaya bahwa luka yang dulu dianggap aib kini dapat menjadi cahaya bagi orang lain yang sedang berjuang dalam kegelapan. “Selama masih ada satu orang yang tersentuh oleh ceritaku, suaraku tidak akan padam,” tulisnya menutup unggahan tersebut. Buku Broken Strings pun kini dipandang bukan hanya sebagai karya sastra, tetapi juga simbol keberanian seorang perempuan yang memilih menyembuhkan diri sambil menguatkan orang lain. (Self-01)

